08 Dec

Rekayasa Sosial

MENUJU DESA SADAR INTERNET UNTUK PEMASARAN PRODUK UNGGULAN DESA

  1. Latar Belakang

Grecol merupakan sebuah desa di wilayah dataran rendah, yang sebagian daerahnya merupakan persawahan, perkampungan dan perkebunan. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah pada hakikatnya mengatur peningkatkan pemberdayaan masyarakat, menumbuhkan prakarsa dan kreatifitas, meningkatkan peran serta masyarakat, pemerataan, keadilan, dengan memperhatikan potensi dan keaneka ragaman.

Desa Grecol adalah salah satu desa agraris yang sebagian besar masyarakatnya mengandalkan mata pencaharian dari bidang pertanian. Lahan pertanian di desa Grecol mencapai luas 60% dari total luas wilayahnya.

Namun demikian seiring dengan perkembangan jaman serta dengan semakin banyaknya perusahaan/pabrik di wilayah kabupaten Purbalingga menjadikan sebagian besar pencaharian masyarakatnya khususnya generasi muda beralih ke Karyawan Pabrik, hal ini menjadikan semakin sulitnya mencari tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan pertanian sehingga menjadikan biaya pertanian menjadi sangat mahal seperti tenaga tanam, ndaut (mencabut benih), bajak, dsb.

Tidak hanya laki-laki kaum wanita pun banyak yang menjadi buruh di perusahaan bulu mata dan rambut yang cukup besar di Purbalingga. Bahkan menurut data dari Kantor Pengadilan Agama Purbalingga, angka perceraian suami istri di Purbalingga semakin tinggi. Hal tersebut tentu dapat berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak disana.

Melihat potensi desa yang cukup besar maka diperlukan upaya penyadaran para generasi muda agar mau mengembangkan potensi desa Grecol dengan usaha mandiri daripada hanya menjadi buruh pabrik.

Saat ini beberapa kegiatan kreatif sebagai peluang usaha yang telah dilakukan oleh sebagian kecil penduduk yang sudah bukan generasi muda lagi adalah dengan membuat kerajinan kerajinan bambu yang dinamakan “ceting” atau bakul, “tenggok” atau keranjang, maupun “besek” atau wadah makanan. Sedangkan usaha dari produk pertanian adalah beras kualitas terbaik dan budidaya jahe, usaha lain dari produk peternakan yaitu penangkaran burung, ikan lele dan ikan lainnya. Produk lainnya adalah batu bata, penyaluran buku-buku sekolah, minyak wangi, suvenir / handicraft, selain produk jasa seperti konstruksi, pertamanan, rice mills, perbengkelan dan lain-lain.

  1. Permasalahan
  2. Dengan kurangnya generasi muda yang mau mengembangkan potensi desa Grecol, maka upaya-upaya apa saja yang perlu dilakukan agar generasi muda tertarik untuk mengembangkan potensi desanya?
  3. Bagaimana agar produk unggulan desa Grecol dapat dikenal oleh masyarakat luas sehingga dapat membuat generasi muda tertarik menjadi ent

 

  1. Pengertian Rekayasa Sosial

Social Engineering atau Rekaya sosial adalah campur tangan atau seni memanipulasi sebuah gerakan ilmiah dari visi ideal tertentu yang ditujukan untuk mempengaruhi perubahan sosial, bisa berupa kebaikan maupun keburukan dan juga bisa berupa kejujuran, bisa pula berupa kebohongan. Merupakan sebuah proses yang direncanakan, dipetakan pelaksanaannya guna mengadakan perubahan struktur dan kultur berbasis pada sosial masyarakat.

Menurut Dr Jalaludin Rakhmat rekayasa sosial terjadi karena terdapat beberapa kesalahan pemikiran manusia dalam memperlakukan masalah sosial yang disebut para ilmuwan dengan sebutan intellectual cul-de-sac yang menggambarkan kebuntuan berpikir, salah satu bentuk kesalahan pemikiran lainnya adalah permasalahan sosial yang kerap dikait-kaitkan dengan mitos ataupun kepercayaan manusia akan suatu gerakan abtrak ilusi yang tanpa disadari dapat merubah tatanan kehidupan bermasyaratnya. Untuk itu perlu diadakannya rekayasa sosial agar kesalahan-kesalahan berpikir seperti ini dapat diatasi sehingga masyarakat dapat melihat permasalahan yang dihadapinya sebagai sesuatu yang konkrit.

Rekayasa sosial timbul akibat adanya sentimen atas kondisi manusia, untuk itu perlu adanya perombakan yang dimulai dari cara pandang atau paradigma manusia atas sebuah perubahan. dinamika sosial yang terjadi ditengah masyarakat, maka kita akan dapati perubahan selalu berjalan seiring dengan dinamika itu. Terdapat 2 macam Perubahan sosial yakni perubahan sosial yang tidak direncanakan (unplanned social change) dan perubahan sosial yang direncanakan (planned social change). Ciri utama perubahan sosial yang tidak direncanakan yaitu terjadi secara terus menerus dan perlahan-lahan tanpa ada yang mengarahkan dan merencanakan.

Perubahan model ini lebih sering merupakan akibat perkembangan teknologi, pengetahuan dan globalisasi, perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang disengaja dan memiliki cara dan teknik tertentu biasanya melalui rekayasa sosial atau yang biasa disebut Social Engineering. Selain itu perubahan ini juga menentukan desain akhir dari proses perubahan yang dilakukan.

Karakter khas dari social engineering adalah pergerakan yang menginginkan adanya perubahan masyarakat menuju kondisi yang lebih baik, karena ketika kita menetapkan akan mewujudkan masyarakat yang lebih baik maka sesungguhnya kita telah menetapkan sebuah desain akhir dari proses yang akan kita lakukan.

  1. Intervensi Perubahan Perilaku

Perlu dilakukan intervensi dalam mengubah perilaku masyarakat desa khusunya generasi muda agar mau berwira usaha dan mengembangkan potensi desanya. Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini penggunaan internet sangat tinggi sehingga kita dapat memanfaatkan internet untuk memasarkan produk-produk unggulan desa yaitu dengan membangun e-commercy.

Jika produk unggulan desa dikenal luas maka penjualan akan naik dan tentunya tidak perlu memaksa para generasi muda untuk berhenti menjadi buruh pabrik, mereka akan dengan sendirinya beralih ke usaha dimana mereka dapat menjadi “bos” bagi diri mereka sendiri.

Untuk menuju masyarakat yang sadar internet dan menggunakanya untuk keperluan bisnis mereka, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu pendekatan secara khusus kepada mereka, pelatihan-pelatihan dan sebagainya yang melibatkan beberapa pihak. Untuk itu dapat dilakukan beberapa hal untuk dapat merubah pola pikir dan perilaku mereka yaitu:

  1. Generasi muda

Membentuk suatu komunitas yang beranggotakan generasi muda sebagi sumber informasi masyarakat desa. Melalui kelompok informasi masyarakat tersebut dapat dilakukan:

  • Pelatihan-pelatihan penggunaan internet
  • Membuatkan mereka website e-commerce untuk menjual produk-produk unggulan desa secara online
  • Penyadaran akan pentingnya peran mereka dalam pengembangan desa
  • Melatih mereka berwira usaha.
  1. Pemerintah

Mengusulkan pada Dinas Komunikasi dan Informasi agar memberikan hibah peralatan modem wi-fi, sehingga masyarakat dapat menikmati kemudahan fasilitas free hotspot.

  1. Ukuran Keberhasilan

Ukuran keberhasilan dalam rekayasa sosial ini dapat dilihat dengan indikator sebagai berikut:

  • Menurunnya jumlah penduduk yang menjadi buruh pabrik
  • Meningkatnya jumlah generasi muda yang menjadi wirausahawan,
  • Menurunnya jumlah perceraian suami istri
  • Meningkatnya jumlah pengguna internet
  • Meningkatnya kunjungan ke website desa grecol.
  1. Waktu

Untuk dapat dilihat tingkat keberhasilan dari rekayasa sosial ini maka perlu waktu. Untuk kasus di desa ini, diperkirakan setelah 1 tahun baru bisa dilihat hasilnya.

DAFTAR PUSTAKA

Jalaluddin Rakhmat, Rekayasa Sosial Reformasi, Revolusi, atau Manusia Besar, PT.Remaja Rosda Karaya, Bandung h. 44

Prof.Dr.H.Juhaya S.Praja,MA, Teori Hukum dan Aplikasinya,Cv.Pustak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE